Anak
adalah aset terbesar sekaligus cerminan dari apa yang orang tua ajarkan. Jika
ingin anak kita nanti menjadi pribadi yang unggul, ada baiknya orang tua
memperhatikan cara menstimulasi atau merangsang anak dengan baik dan efektif.
Tentu
saja dalam menstimulasi anak, diperlukan kiat khusus sesuai dengan usia mereka.
Karena tidak mungkin juga kan ada anak usia tujuh bulan sudah kita suruh
menyelesaikan sebuah puzzle? :-D
Jadi
begini sobat Thinkers, sebenarnya stimulasi atau rangsangan itu sudah bisa
dilakukan sejak bayi ada di dalam kandungan sang Ibu, lhoh. Yaitu pada usia 6
bulan kehamilan. Yups, makanya jika ada ibu hamil yang kondisi jiwanya
tertekan, janin juga jadi ikut-ikutan tertekan. Sebaliknya, Ibu dengan kondisi
kejiwaan yang damai dan sehat pada masa kehamilan akan menjadikan janin sehat
pula.
Kemudian,
untuk memberikan rangsangan pada anak, berikut adalah tahapan-tahapan dalam
menstimulasi anak sesuai dengan usia mereka.
- Usia 0-3 bulan dengan cara mengusahakan rasa nyaman. Misalnya dengan menggendong, memeluk, tersenyum, menatap mata bayi, membunyikan suara musik dan nyanyian, menggantung benda-benda imut berwarna mencolok, menggulingkan bayi ke kanan dan ke kiri.
- Usia 3-6 bulan dirangsang dengan bermain ‘cilukba’, bercermin, belajar tengkurap.
- Usa 6-9 bulan dengan memanggil namanya, bersalaman, tepuk tangan dan mendongenginya.
- Usia 9-12 bulan dengan menyebutkan anggota keluarga, menggelindingkan bola, minum dari gelas dan berlatih berdiri.
- Umur 12-18 bulan bisa dilatih dengan mencoret-coret, menyusun balok atau puzzle sederhana, menyebutkan nama berbagai benda, serta bermain peran.
- Umur 18-24 bulan dengan mengenali dan menyebutkan anggota tubuh dan bicara tentang kegiatan sehari-hari.
- Umur 2-3 tahun bisa dengan menyebutkan warna-warna, berlatih menggunakan toilet dan menyebutkan kata sifat.
- Umur 3 tahun bisa diajarkan hal-hal yang mengenai kesiapan sekolah seperti cara memegang pensil, cara menulis di atas kertas, kemandirian serta perintah sederhana.
Dalam menstimulasi anak, orangtua diwajibkan untuk tidak
melakukan hal-hal sebagai berikut:
- Mengancam atau menghukum anak
- Mendikte atau memaksa anak
- Menolak, melarang atau menghentikan rasa ingin tau anak
- Mencela dan membatasi anak
Hal ini wajib dihindari demi kenyamanan si anak baik fisk
maupun non fisik.
Okay sampai bertemu di episode PAUD selanjutnya. :-)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar