Kamis, 23 April 2015

Pola Asuh

Pernah membaca novel Salah Asuhan karya Abdoel Moeis?
Baik, jika snda sudah membacanya, saya tidak akan memperbincangkan tentang Hanafi dan kehidupan pribadinya. Namun saya ingin bertanya bagaimana jika anda adalah Syafei di dalam novel itu?
Syafei adalah anak yang tidak pernah mendapat perhatian dari ayahnya, Hanafi.
Bagaimana jika hal itu berlaku untuk anda? atau anak anda?

Pola asuh merupakan sistem atau cara pendidikan dan pembinaan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain. Dalam konteks ini adalah untuk Anak Usia Dini. Berikut adalah pola asuh yang dapat menentukan jalan pemikiran si kecil kelak juga dapat mempengaruhi kreativitas anak:
- lingkungan fisik
- lingkungan sosial
- pendidikan internal dan eksternal
- dialog
- sosial budaya
- perilaku orang tual pendidik
- kontrol
- suasana psikologis
- nilai moral

Sedangkan di bawah ini adalah tipe pola asuh beserta ulasan singkatnya.
a. Tipe Autoritatif/ demokratif
Menerima dan melibatkan anak sepenuhnya. Mengharuskan anak bertindak sesuai usia tapi tetap hangat dan memberi komunikasi dua arah. dengan mengasuh anak menggunakan tipe autoritatif ini anak akan menjadi mandiri, tegas pada diri sendiri, ramah pada teman sebaya, bekerjasama, berhasil secara intelektual dan sosial, menikmati kehidupan dan motivasinya kuat untuk maju.
b. Tipe Otoriter.
Menuntut dan mengendalikan semata karena kekuasaan, tanpa kehangatan, bimbingan dan komunikasi.
anak dibawah tipe pola asuh seperti demikian akan menjadi anak yang memiliki tanggung jawab dan kompetensi sedang, cenderung menarik secara sosial, tidak memiliki spontanitas. Sifat menonjol dari anak perempuan dengan tipe pola asuh ini adalah anak akan bergantung pada orang tua dan tidak memiliki motivasi untuk maju. Sedangkan pada anak laki-laki anak akan cenderung lebih agresiv.
c. Tipe Penyabar/ permisif
Menerima, responsif, sedikit memberi tuntutan.
anak yang diasuh dengan pola ini akan mempunyai mood yang positif dan bisa menunjukkan vitalitasnya. namun perilaku yang serba membolehkan akan mendorong anak menjadi pribadi yang agresiv dan cenderung tidak percaya diri.
d. Tipe Penelantar
Memperhatikan aktivitas diri sendiri dan tidak terlibat dengan anak-anaknya.
Pola asuh penelantar akan menghasilkan karakteristik anak yang moody, impulsif, agresif, kurang bertanggung jawab, tidak mau mengalah, harga diri yang rendah, sering bolos dan sering bermasalah dengan teman-temannya.

Enam Fondasi dalam Mendidik Anak

Mendidik anak bukanlah perkara mudah. Para orang tua bukan hanya harus menjaga diri dari berbagai keburukan baik keburukan berupa lisan maupun tindakan, juga lingkungan dan pendidikan dalam keseharian. mendidik anak bukan perkara mudah tapi bukan sesuatu yang sulit juga bila orang tua memberikan pendidikan setiap waktu dengan belajar melalui kegiatan bermain atau bermain yang di dadalamnya ada unsur belajar dan sebagainya. Orang tua diharapkan mampu mendidik anaknya dengan hati yang tulus dan mengutamakan pendidikan anak di atas segala-galanya.
Berikut adalah enam fondasi dalam mendidik anak beserta poin-poinnya.
1. Segi Ketuhanan dan Spiritual
    + menanamkan prinsip agama
    + menanamkan ketaatan terhadap agama
    + mencarikan teman yang baik
    + memperhatikan kegiatan anak
2. Segi Moral
    + kejujuran (tidak munafik)
    + menjaga lisan dan akhlak mulia
3. Segi Mental dan Intelektual
    + menyenangi bacaan bermutu
    + menjaga diri dari hal-hal yang merusak
4. Segi Jasmani
    + memenuhi kebutuhan dasar otak
    + latihan jasmani
    + menghindari kebiasaan yang merusak jasmani
5. Segi Psikologis
    + meminimalisir gejala malu, minder, malu, manja, egois dan pemarah
6. Segi Sosial
    + menunaikan hak orang lain/ makhluk lain
    + etika sosial anak

Label